Sabtu, 31 Maret 2012

10 MASALAH BANGSA INDONESIA YANG TAK KUNJUNG USAI

Ini dia 10 pemasalahan Bangsa Indonesia Saat ini untuk lebih maju mungkin ini yg bisa gw tangkap dari apa yg gw lihat selama ini..

1. Persoalan kestabilan ekonomi
2. Korupsi
3. Kemiskinan
4. Pengelolaan BBM
5. Sistem Pendidikan
6. Pengangguran
7. Tingginya Harga Pangan
8. Bencana Alam
9. Kelaparan dan Krisis Pangan
10.Krisis Kepemimpinan

Memang terlalu banyak masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, berbagai masalah, cobaan, rintangan dan bencana datang silih berganti. Dan kita selalu bermimpi hidup bahagia, sejahtera, damai dan tenang di negara kita yaitu INDONESIA. Namun kita juga tidak bisa merasa bahagia jika di sekitar kita masih ada saudara dan tetangga kita yang masih kesusahan, bagaimana mungkin kita tersenyum sedang orang-orang di sekitar kita menangis kesusahan dalam menjalani hidup di negara tercinta kita INDONESIA.

Kita selalu menyebut indonesia sebagai negara berkembang, namun sampai sekarang perkembangannya selalu terseok-seok dan tak pernah maju, entah kapan sang GARUDA benar-benar mampu mengepakkan sayapnya menjadi negara maju yg kuat seperti AMERIKA. Kita pernah menjadi macan asia, tapi itu dulu ketika reformasi BELUM LAHIR, ketika kita menghalalkan segala cara, meraih pembangunan dengan meninggalkan aspek-aspek lingkungan dan kemanusiaan, ketika kebebasan kita dibatasi oleh diktator dan kesejahteraan hanya tampak sebagai kulit, sedang didalam pemerintahan yang ada hanyalah kebobrokan.

Kita negara yang kaya, berbagai hasil bumi dan alam yang melimpah, namun kita tidak sejahtera, uang rakyat untuk pembangunan dan kesejahteraan masuk ke saku orang-orang tak bertanggungjawab, mereka tidak malu memakan yang bukan haknya. Korupsi telah mendarah daging. seharusnya kita menjadi negara terkaya bukan seperti ini kemiskinan ada dimana'.

Kemiskinan yang tinggi, banyaknya rakyat yang hidup dibawah garis kesejahteraan. Pengelolaan BBM yang tidak becus dan tidak transparan semakin memperburuk kondisi negara. Melengkapi deretan-deretan masalah dan kebobrokan bangsa ini bangsa INDONESIA.

Bicara soal sistem pendidikan, mahalnya biaya untuk sekolah dan kuliah yg tidak di setai dengan fasilitas yg mendukung serta ketidakberesan sistem semakin membuat rakyat dan bangsa ini sudah terbiasa dengan kebobrokan dan penderitaan. Lihat saja perbandingan yang cukup mengejutkan antara jumlah penduduk indonesia dengan orang' yang BERPENDIDIKAN. Belum lagi pengangguran yang merajalela dimana serta tingginya harga bahan pangan, menyebabkan meningkatnya angka kriminalitas, makin merusak keamanan dan kestabilan negara.

Bicara soal alam Indonesia, Bencana alam yang muncul silih berganti, seolah telah menjadi hal biasa bagi bangsa ini. Penanganan, pencegahan dan sosialisasi yang kurang tanggap, seolah tidak pernah berubah, masih sama saja, INDONESIA masih belum mampu berbenah dan hal tersebut masih menjadi masalah utama bangsa INDONESIA.

Krisis kepemimpinan, minimnya jumlah pemimpin yang benar-benar mampu merubah dan memakmurkan negara ini, krisis akan kepercayaan terhadap pemimpin dan janji-janji mereka, seolah menjadi trauma tersendiri. Melengkapi masalah' di negri ini.

Negri ini sedang mencari PEMIMPIN sejati yg tak hanya mampu BERBICARA namun mampu MEMBERIKAN solusi dan MENJALANKAN SOLUSI tersebut sepertihalnya pendahulu mereka Ir.Soekarno dan Pak Soeharto mereka adalah contoh PEMWIMPIN sejati. Dan pada saat kepimpinan mereka NEGRI ini MAMPU mengatasi MASALAH tanpa MEMPERBANYAK MASALAH.

2 komentar:

setiap kepemimpinan ada plus minusnya,contoh pada masa presiden soeharto. Meskipun pada awal kepemimpinannya pak Harto tampak relatif sukses untuk menciptakan kesan yang baik dimata rakyat, sebagai harapan baru bagi kepemimpinan nasional pasca Bung Karno, namun pada akhirnya --mungkin ini konsekwensi dari kekuasaan yang terlalu lama, 32 tahun-- kebijakan-kebijakan serupa rezim Khadafi juga terjadi di Indonesia. Pembatasan terhadap kebebasan sipil, pemasungan terhadap kebebasan berpendapat di depan publik yang merupakan substansi dari proses demokrasi, sentralisasi ekonomi yang mengakibatkan kesejahteraan yang timpang antara penguasa dan pengusaha besar vis-a-vis rakyat kecil, hegemoni kehidupan politik dan kekuasaan melalui dwifungsi ABRI, tindakan represif pihak keamanan negara --polisi dan tentara yang tergabung dalam ABRI-- terhadap kelompok-kelompok yang kontra pemerintah, dan kebijakan-kebijakan lainnya, menjadi ciri utama dari kepemimpinan Soeharto.



Keadaan sebuah bangsa yang dipaparkan diatas, alih-alih hendak memberikan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara serta menggelar keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, justru menciptakan keadaan yang sebaliknya, ketertindasan secara politik, ekonomi dan budaya. Jika kita telusuri secara baik, sebenarnya kemerdekaan kita sebagai sebuah bangsa ditandai dengan visi mulia untuk menggelar keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat sebagaimana direfleksikan secara jelas pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar. Pengalaman akan keterjajahan secara fisik yang akhirnya mengakibatkan keterbelakangan dalam berbagai dimensi --sosial, budaya, ekonomi, dll-- memberikan dasar yang kuat bagi kebangsaan kita untuk juga memperjuangkan manusia yang sejahtera dan berkeadilan. Maka sesungguhnya, kemerdekaan itu selayaknya diartikan sebagai starting point untuk memberdayakan seluruh elemen potensial bangsa --rakyat indonesia dan kekeyaan alamnya-- dalam upaya untuk menuju visi kebangsaan kita.

ok memang benar apa yg anda katakan tp jika kita dngan sisitem sekarang REFORMASI lihat sekeliling anda dimana' demo dimana kejahatan dimana' bnyak warga miskin dimana' koruptor,,.. orang sekarang malah berfikir untuk kembali ke jaman pak suharto dimana jaman itu memberi kenyamanan harga pangan yg berimbang gak seperti sekarang lihat IRAN IRAN merupakan negara demokratis islam yg berjaya karna gaya kepimpinan di negara mereka sama seperti pada jaman pak harto maupun bungkarno ketika 2 pemimpin tersebut msh menjadi orang nomer 1 di indonesia negara mana sih yg gak takut ma indonesia indonesia pada jaman mereka di hargai bangetcontoh paling terkenal di uzbekistan disana sewaktu uzbekistan masih bagian dari unisoviet beliau bung karno menyuruh para petinggi partai komunis untuk mencari makam seorang ulama besar yg bernama imam bukhari ketika di temukan ternyata makam itu menjadi satu dengan kandang SAPI soekarno yg pada saat itu miris memberi pilihan kepada unisoviet memperbaiki makam atau makam itu di pindah dan soekarno dengan secara real memberi emas seberat makam imam bukhori dan lihat sekarang makam itu begitu megah tak ubahnya sebuah masjid dan berkat soekarno pula orang indonesia sangat di hargai sekali sekarang akankan pemimpin di era REFORMASI yg terkenal akan kebebasan BERPENDAPATNYA mampu seperti itu..!!!!

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites